Langsung ke konten utama

Luka Dalam Penaku


                                                       -arms-

Ku tabur bunga rindu dalam laksamana cerita kelabu
Dalam belenggu, ku seret diriku perlahan dalam simpuh gulana rindu
Atas syair melodi yang ku alunkan tiap titi nada nan syahdu
Dan kau hadir lagi dalam lamunan malam yang kian menggebu

Pena ku mulai menghunus kembali
Memberi noktah dalam setiap lembar cerita hidupku
Tercabik oleh rangkaian kata-kata tanpa ku sesali
Penuh sesak akan gambaran tentang aku dan dia di masa lalu

Ku tabur aksara penuh makna
Ku rangkai cerita tanpa reka
Ku tulis semua isi hati dengan tinta
Merangkak perlahan demi kata

Aku ingin seperti hujan
Larut dan tersamarkan
Oleh ribuan tetesan  
Hingga akhirnya hilang dan terlupakan

Kembali lagi, penaku mengungkit luka
Dan sakit terasa mengulangnya
Saat luka itu hadir dan merusak segalanya
Melukis lara dalam durasi waktu yang nyata

Aku tak kuasa
Hianati rasa dalam duka
Penuh kalut fatamorgana

Pada kisah tertutup jelaga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First and Last

Hai halo hai... Setelah sekian lama, aku sibuk untuk mencari tema tentang puisi yang akan aku tulis dan akhirnya nemu juga tema yang pas. Ini request sih, dari someone. Sahabat kecil, sahabat lama, sahabat kocak, sahabat pena, sahabat narsis haha. Orangnya pinter ngarang, tapi entah kenapa aku disuruh ngarang :v, ngetes kali ya . Padahal kan aku nggak begitu bisa. Ya udah deh, terus terang saja. Ini adalah kado eh bukan ini hadiah eh bukan lagi ini adalah surprise :D . Surprise yang lagi ultah ke 17 tahun tepat tanggal 1 Februari 2016 {()}. Gara-gara dulu, aku juga dibuatin cerpen dengan tema 31 Oktober (hari ultahku). Terus aku terlibat hutang (hahaha) nggak deh, aku ikhlas buatin kok. Sekali – kali kan ya, beri hadiah spesial sweet seventeen. Sampai pada akhirnya aku kepikiran deh buat puisi dengan tema Awal dan Akhir. Kenapa puisi (?) Karena aku nggak bisa buat cerpen. Buat puisi ini pun juga nggak begitu pandai (haha).  Eh, yang lagi ultah hari ini Happy Birthday yaa, teruta...

Goresan Penaku

Goresan Penaku                                                                                                -arms- Terangkai untaian kata di setiap lembar jiwaku Terjalin sekelumit kisah dari hidupku Tentang masa lalu cintaku Tentang sosok pria dalam hatiku Goresan penaku memudar kusam Aksaranya samar dan terberai Menguntai rasa yang telah karam Berbagi rindu yang kini bercerai Perjalananku penuh dengan luka Penuh peluh dan air mata Dalam setiap cerita tentang cinta Tentang dia juga dirinya Hingga ku rasa dia tega Sakiti hati begitu kejamnya Mengurai cinta kepada dia Sahabatku katanya Kembali ia mencekik kata dalam nestapa Hianati cinta menahun lamanya Tergantikan kisah hanya karna dia Orang ketig...

Mawar Kenangan

                                                -arms- Ketika layang – layang tak sanggup lagi terbang Tanpa reka kau ukir kisah dari hati yang telah terbuang Bersandar dalam alunan lagu dengan melodi nada yang sumbang Dan kini aku hanya berteman dengan sosok bayang – bayang Berjalan dengan harapan yang mungkin kini telah hilang Mawar itu... Saksi atas seribu kenangan tentang kau dan aku Berjalan bersama atas nama waktu Dalam malam syahdu penuh kelabu Dan kini aku terjebak oleh rasa rindu yang kian menggebu Kau takkan pernah tahu bagaimana rasanya Ketika sebuah rasa tak pernah dipedulikan Laksana mawar yang telah layu dalam kehidupan Dan saat itulah aku mulai lupa bagaimana caranya melupakan Meniadakan segala rindu penuh kenangan Malam - malamku kini hanya berteman sepi Setelah kepergianmu, membuat aku semakin mengerti Bah...