Langsung ke konten utama

Goresan Penaku

Goresan Penaku
                                                                                               -arms-

Terangkai untaian kata di setiap lembar jiwaku
Terjalin sekelumit kisah dari hidupku
Tentang masa lalu cintaku
Tentang sosok pria dalam hatiku

Goresan penaku memudar kusam
Aksaranya samar dan terberai
Menguntai rasa yang telah karam
Berbagi rindu yang kini bercerai

Perjalananku penuh dengan luka
Penuh peluh dan air mata
Dalam setiap cerita tentang cinta
Tentang dia juga dirinya

Hingga ku rasa dia tega
Sakiti hati begitu kejamnya
Mengurai cinta kepada dia
Sahabatku katanya

Kembali ia mencekik kata dalam nestapa
Hianati cinta menahun lamanya
Tergantikan kisah hanya karna dia
Orang ketiga diantara kita

Ku peluk rasa dalam reka
Ku seka rindu dalam dada
Tak sempat ku ungkap rasa
Begitu sakit ku genggam luka

Tentang dirimu dan dirinya
Mengubah riuhku menjadi lara
Hadirkan luka dalam raga
Membekas sendu dalam cerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First and Last

Hai halo hai... Setelah sekian lama, aku sibuk untuk mencari tema tentang puisi yang akan aku tulis dan akhirnya nemu juga tema yang pas. Ini request sih, dari someone. Sahabat kecil, sahabat lama, sahabat kocak, sahabat pena, sahabat narsis haha. Orangnya pinter ngarang, tapi entah kenapa aku disuruh ngarang :v, ngetes kali ya . Padahal kan aku nggak begitu bisa. Ya udah deh, terus terang saja. Ini adalah kado eh bukan ini hadiah eh bukan lagi ini adalah surprise :D . Surprise yang lagi ultah ke 17 tahun tepat tanggal 1 Februari 2016 {()}. Gara-gara dulu, aku juga dibuatin cerpen dengan tema 31 Oktober (hari ultahku). Terus aku terlibat hutang (hahaha) nggak deh, aku ikhlas buatin kok. Sekali – kali kan ya, beri hadiah spesial sweet seventeen. Sampai pada akhirnya aku kepikiran deh buat puisi dengan tema Awal dan Akhir. Kenapa puisi (?) Karena aku nggak bisa buat cerpen. Buat puisi ini pun juga nggak begitu pandai (haha).  Eh, yang lagi ultah hari ini Happy Birthday yaa, teruta...

Mawar Kenangan

                                                -arms- Ketika layang – layang tak sanggup lagi terbang Tanpa reka kau ukir kisah dari hati yang telah terbuang Bersandar dalam alunan lagu dengan melodi nada yang sumbang Dan kini aku hanya berteman dengan sosok bayang – bayang Berjalan dengan harapan yang mungkin kini telah hilang Mawar itu... Saksi atas seribu kenangan tentang kau dan aku Berjalan bersama atas nama waktu Dalam malam syahdu penuh kelabu Dan kini aku terjebak oleh rasa rindu yang kian menggebu Kau takkan pernah tahu bagaimana rasanya Ketika sebuah rasa tak pernah dipedulikan Laksana mawar yang telah layu dalam kehidupan Dan saat itulah aku mulai lupa bagaimana caranya melupakan Meniadakan segala rindu penuh kenangan Malam - malamku kini hanya berteman sepi Setelah kepergianmu, membuat aku semakin mengerti Bah...