Langsung ke konten utama

First and Last

Hai halo hai...
Setelah sekian lama, aku sibuk untuk mencari tema tentang puisi yang akan aku tulis dan akhirnya nemu juga tema yang pas. Ini request sih, dari someone. Sahabat kecil, sahabat lama, sahabat kocak, sahabat pena, sahabat narsis haha. Orangnya pinter ngarang, tapi entah kenapa aku disuruh ngarang :v, ngetes kali ya . Padahal kan aku nggak begitu bisa. Ya udah deh, terus terang saja. Ini adalah kado eh bukan ini hadiah eh bukan lagi ini adalah surprise :D . Surprise yang lagi ultah ke 17 tahun tepat tanggal 1 Februari 2016 {()}. Gara-gara dulu, aku juga dibuatin cerpen dengan tema 31 Oktober (hari ultahku). Terus aku terlibat hutang (hahaha) nggak deh, aku ikhlas buatin kok. Sekali – kali kan ya, beri hadiah spesial sweet seventeen. Sampai pada akhirnya aku kepikiran deh buat puisi dengan tema Awal dan Akhir. Kenapa puisi (?) Karena aku nggak bisa buat cerpen. Buat puisi ini pun juga nggak begitu pandai (haha).  Eh, yang lagi ultah hari ini Happy Birthday yaa, terutama sahabatku nih yang namanya Fitriyatun Na’imah. Buat semua teman – teman juga yang lagi ultah hari ini. Semoga panjang umur sehat selalu, yang dicitakan dapat tercapai. Barakallah. Langsung saja yaah..



Ada kalanya  sebuah kehidupan ini memang tak lepas dari sepasang kata awal dan akhir. Keduanya mungkin memang ditakdirkan dan dipertemukan untuk selalu bersama. Iya, awal dan akhir. Sebuah awal yang selalu berujung dengan sebuah akhir dan sebuah akhir yang akan dimulai lagi dengan sebuah awal. Diantara keduanya memiliki salah satu kesinambungan. Iya, mereka tak dapat berpisah. Tatkala sebuah komitmen untuk menghadirkan mereka selalu bersama. Setelah ku terka, memang tak ada habisnya. Tak peduli seberapa lamapun, seberapa jauhpun, seberapa sulitpun. Sebuah awal pasti akan berujung pada sebuah akhir, begitu sebaliknya. Mereka tak kenal jarak dan waktu. Mereka hanya memiliki suatu komitmen untuk tetap menghadirkan sebuah kesan tatkala kisah sedang mempermainkan mereka. Karena suatu kisah yang telah berawal pasti akan berakhir.



Kita adalah Awal dan Akhir

Hening silih berganti
Hiasi rindu di dalam hati
Kalbu bergolak pilu
Terpaku takdir kian kelabu
                Syahdu memecah isyaratku
                Berjalan di atas ketidakpastian deritaku
                Takdirku berlawanan dengan anganku
                Karna kita memang tidak untuk bersatu
Aku berkhayal aku dan kamu adalah kita
Aku bergeming kita semakin erat ku rasa
Tapi takdir akan selalu bersama
Menyertai setiap langkah kita yang pasti berbeda
                Bukan ku menyesal bertemu
                Tapi hatiku takkan sanggup tanpamu
                Kita telah berawal sekalipun kita pasti berakhir
                Karna kita telah berbeda atas nama takdir
Masih ku terngiang dalam isakku
Deru suaramu telah melupakan deritaku
Petikan gitarmu pernah tenangkan jiwaku
Alunan syairmu pernah debarkan hatiku
Semua itu akan menjadi sebuah kenangan
Yang pasti akan ku rindu kelak nanti
Bahwa kau akan selalu menjadi angan
Yang tak pernah ku gapai sampai mati
Kita adalah awal dan akhir
Kamu awalnya dan aku akhirnya
Sampai kapan, kita terus sembunyi di balik takdir?
Tak peduli seberapa sakit kelak kita merasakannya
                Ingat, kita adalah awal dan akhir
                Kita bertemu dan kita harus berpisah
                Kita berawal dan kita harus berakhir
                Tak perlu gundah apalagi gelisah
Kita masih bisa selalu bersama
Dalam semu ataupun dalam nyata
Kita masih dapat berbagi rasa
Dalam doa maupun dalam cerita
                Awalku bukan kelabu
                Akhirku bukan deritaku
                Kau masih tetap ada dalam kalbu
                Meskipun kita tak lagi bersatu



   Tak seindah yang terbayang juga tak sesakit yang terkira :v maaf, coretan kelabu yang pasti bawa perasaan. Cuma mau ngungkit tema nih. Kenapa temanya awal dan akhir (?) Tahu alasannya kan, karna sahabatku ini lahirnya tanggal 1 dan aku tanggal 31. hihihi. Sekali lagi Happy Birthday untuk Fitriyatun Na'imah yang ke 17 Tahun :) {()} 


*Salam Rindu*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan Penaku

Goresan Penaku                                                                                                -arms- Terangkai untaian kata di setiap lembar jiwaku Terjalin sekelumit kisah dari hidupku Tentang masa lalu cintaku Tentang sosok pria dalam hatiku Goresan penaku memudar kusam Aksaranya samar dan terberai Menguntai rasa yang telah karam Berbagi rindu yang kini bercerai Perjalananku penuh dengan luka Penuh peluh dan air mata Dalam setiap cerita tentang cinta Tentang dia juga dirinya Hingga ku rasa dia tega Sakiti hati begitu kejamnya Mengurai cinta kepada dia Sahabatku katanya Kembali ia mencekik kata dalam nestapa Hianati cinta menahun lamanya Tergantikan kisah hanya karna dia Orang ketig...

Mawar Kenangan

                                                -arms- Ketika layang – layang tak sanggup lagi terbang Tanpa reka kau ukir kisah dari hati yang telah terbuang Bersandar dalam alunan lagu dengan melodi nada yang sumbang Dan kini aku hanya berteman dengan sosok bayang – bayang Berjalan dengan harapan yang mungkin kini telah hilang Mawar itu... Saksi atas seribu kenangan tentang kau dan aku Berjalan bersama atas nama waktu Dalam malam syahdu penuh kelabu Dan kini aku terjebak oleh rasa rindu yang kian menggebu Kau takkan pernah tahu bagaimana rasanya Ketika sebuah rasa tak pernah dipedulikan Laksana mawar yang telah layu dalam kehidupan Dan saat itulah aku mulai lupa bagaimana caranya melupakan Meniadakan segala rindu penuh kenangan Malam - malamku kini hanya berteman sepi Setelah kepergianmu, membuat aku semakin mengerti Bah...